Indikator Mengukur Kualitas Pendidikan
Translate this page:
Isi
Penutup
Dewasa ini tentu informasi semacam itu dapat kita peroleh dengan mudah dalam jaringan internet. Akan tetapi melalui artikel ini ingin diuraikan tentang indikator yang dimaksud, agar menjadi “pertolongan pada waktunya” bagi siapa saja yang membutuhkannya. Berikut adalah uraiannya.
1) Kompetensi Lulusan
2) Isi Pendidikan
3) Proses Pembelajaran
4) Penilaian Pendidikan
5) Pendidik dan Tenaga Kependidikan
6) Sarana dan Prasarana
7) Pengelolaan Pendidikan
8) Pembiayaan Pendidikan
Dengan demikian, kita sekarang dapat menggunakan delapan indikator tersebut sebagai tolok ukur untuk dapat menilai tentang kondisi pendidikan di suatu daerah. Sudah tentu harus ada instrumen untuk mengukur ketercapaian berdasarkan tiap indikator dari delapan.
Pemerintah sudah membuat dan menyediakan instrumen-instrumen tersebut, dan kita tinggal mengunakannya, baik untuk pendidikan dasar dan menengah maupun perguruan tinggi. Sebagai contoh, di PT ada borang akreditasi, yang bisa dikenakan ke tingkat Program Studi, Jurusan, Fakultas, dan Universitas. Tentu hal yang sama juga ada pada Pendidikan Dasar dan Menengah, yang bisa dikenakan di tingkat sekolah sampai tingkat Kabupaten/kota atau malah Propinsi.
Jadi sebenarnya, dewasa ini mudah bagi kita untuk mengukur mutu atau kualitas pendidikan kita, karena sudah tersedia instrumen yang jelas berdasarkan indikator-indikator yang jelas.
Yang menjadi permasalahan adalah dalam pelaksanaan di lapangan tidak terjadi sebagaimana yang diharapkan. Ada banyak penyimpangan-penyimpangan, yang pada dasarnya menyangkut mental pribadi, siapapun itu yang terkait dengan proses perbaikan dan pencapaian mutu atau kualitas yang diharapkan. Jadi, benarlah apa yang dikatakan Presiden Jokowi bahwa kita membutuhkan revolusi mental.
Karena itu agar kualitas pendidikan kita terus meningkat ke arah yang kita harapkan bersama maka setiap orang yang terlibat dalam proses tersebut harus bekerja dengan “jujur”, “tulus”, “terbuka” dan “profesional.
Subscribe to Pertolongan pada Waktunya by Email
INDIKATOR MENGUKUR KUALITAS PENDIDIKAN
DAFTAR ISI
Pengantar
Isi
Penutup
Pengantar
Setiap kita warga Indonesia, tentu menginginkan agar kualitas pendidikan kita semakin meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu berbagai upaya kita lakukan untuk mencapai kualitas pendidikan yang baik. Salah satu yang sering dilakukan adalah: diskusi dalam suatu kelompok diskusi atau forum, atau melalui suatu seminar, agar melaluinya dapat dirumuskan butir-butir penting yang dapat menjadi bahan sumbangan pemikiran untuk menjadi pertimbangan kepada pihak-pihak yang berwewenang, misalnya pemerintah.Dewasa ini tentu informasi semacam itu dapat kita peroleh dengan mudah dalam jaringan internet. Akan tetapi melalui artikel ini ingin diuraikan tentang indikator yang dimaksud, agar menjadi “pertolongan pada waktunya” bagi siapa saja yang membutuhkannya. Berikut adalah uraiannya.
Uraian
Bila kita ingin melihat mutu pendidikan kita, misalnya di suatu daerah, maka kita harus tahu dahulu apa saja yang menjadi indikator dari kualitas pendidikan itu sendiri. Menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah © 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Indikator dalam penjaminan mutu Pendidikan Dasar dan Menengah terdiri dari delapan, yaitu:1) Kompetensi Lulusan
2) Isi Pendidikan
3) Proses Pembelajaran
4) Penilaian Pendidikan
5) Pendidik dan Tenaga Kependidikan
6) Sarana dan Prasarana
7) Pengelolaan Pendidikan
8) Pembiayaan Pendidikan
Dengan demikian, kita sekarang dapat menggunakan delapan indikator tersebut sebagai tolok ukur untuk dapat menilai tentang kondisi pendidikan di suatu daerah. Sudah tentu harus ada instrumen untuk mengukur ketercapaian berdasarkan tiap indikator dari delapan.
Pemerintah sudah membuat dan menyediakan instrumen-instrumen tersebut, dan kita tinggal mengunakannya, baik untuk pendidikan dasar dan menengah maupun perguruan tinggi. Sebagai contoh, di PT ada borang akreditasi, yang bisa dikenakan ke tingkat Program Studi, Jurusan, Fakultas, dan Universitas. Tentu hal yang sama juga ada pada Pendidikan Dasar dan Menengah, yang bisa dikenakan di tingkat sekolah sampai tingkat Kabupaten/kota atau malah Propinsi.
Jadi sebenarnya, dewasa ini mudah bagi kita untuk mengukur mutu atau kualitas pendidikan kita, karena sudah tersedia instrumen yang jelas berdasarkan indikator-indikator yang jelas.
Yang menjadi permasalahan adalah dalam pelaksanaan di lapangan tidak terjadi sebagaimana yang diharapkan. Ada banyak penyimpangan-penyimpangan, yang pada dasarnya menyangkut mental pribadi, siapapun itu yang terkait dengan proses perbaikan dan pencapaian mutu atau kualitas yang diharapkan. Jadi, benarlah apa yang dikatakan Presiden Jokowi bahwa kita membutuhkan revolusi mental.
Karena itu agar kualitas pendidikan kita terus meningkat ke arah yang kita harapkan bersama maka setiap orang yang terlibat dalam proses tersebut harus bekerja dengan “jujur”, “tulus”, “terbuka” dan “profesional.
Penutup
Demikian urain singkat tentang indikator kualitas pendidikan. Diharapkan uraian ini menjadi “pertolongan pada waktunya” bagi mereka yang membutuhkan.Subscribe to Pertolongan pada Waktunya by Email
Comments
Post a Comment